Perpustakaan, Sarana Cerdas Meraih Kecerdasan

Oleh Aflahah Nur Zakiyah

Perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari sebuah sekolah yang menyediakan berbagai ilmu pengetahuan dan informasi. Perpustakaan menjadi sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang berada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah. Begitu pentingnya peran perpustakaan sekolah di lembaga pendidikan menjadikan perpustakaan disebut sebagai jantungnya pendidikan, yang ikut menentukan keberhasilan proses penyampaian ilmu pengetahuan di sekolah.

Keberadaan perpustakaan dengan dunia pendidikan memeliki keterkaitan yang sangat erat. Perpustakaan berfungsi sebagai salah satu faktor yang mempercepat proses transfernya ilmu pengetahuan. Sedangkan pendidikan, merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Hal ini akan mendukung realisasi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pemerintah diharapkan mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu secara relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan, sesuai dengan tuntunan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.

Untuk itulah, perpustakaan sekolah harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu anak didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Agar tujuan tersebut tercapai, perpustakaan sekolah perlu berbenah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang profesional, koleksi yang menarik dan berkualitas, serta serangkaian aktivitas layanan yang mudah dan ramah, sehingga menarik minat anak didik untuk memanfaatkan perpustakaan.

Dengan memaksimalkan perannnya, diharapkan perpustakaan sekolah dapat ikut  menumbuhkan kebiasaab membaca pada anak didik, yang pada tahap selanjutnya anak didik menjadi mudah memahami materi pelajaran di kelas. Di samping itu, anak didik dapat dengan mudah mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Dengan demikian, pada akhirnya akan tercipta kecerdasan pada diri anak didik, sehingga prestasi pun relatif mudah untuk diraih.

Anak didik yang yang memiliki kegemaran membaca dan belajar, tentu dapat memanfaatkan perpustakaan dengan sebaik-baiknya. Anak didik yang dapat memanfaatkan perpustakaan dengan sebaik-baiknya, tentu akan memperoleh kecerdasan sebagai dampaknya. Siapapun yang ingin cerdas pasti berusaha menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan. Hal tersebut dapat tercapai dengan belajar (membaca). Padahal  sumber belajar yang relatif lebih lengkap dan mudah diperoleh tersedia di perpustakaan.

Dengan terbiasa membaca buku, anak didik akan terasah otak dan pola pikirnya. Kegiatan membaca harus dijadikan aktivitas siswa sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok bagi anak didik. Setelah terbiasa membaca, anak didik dapat pula dibiasakan berdiskusi untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan buku yang telah mereka baca. Dengan demikian, otak mereka akan semakin terasah. Bukankah otak yang mekin terasah akan menjadi semakin tajam?

Nah, apabila perpustakaan sekolah sudah dapat menjalankan perananannya dengan baik, perpustakaan sekoah tentu akan menjadi media yang cerdas untuk menciptakan anak didik yang cerdas pula.*)

Penulis adalah Pustakawan
Perpustakaan
 MAN 2 Banjarnegara

Iklan

Figur Budaya Literasi

Perkembangan teknologi  saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan guru untuk tidak kehilangan momen berbagi pengetahuan dengan anak didiknya. Tsunami informasi perlu disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan perbenturan negatif di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan filter atau semacam daya saring guna mengantisipasi efek negatif membanjirnya era gadget dan informasi. “Anak muda zaman sekarang masih membutuhkan figur yang dapat memotivasi minat mereka dalam aktifitas membaca dan menulis. Figur yang paling mengena bagi mereka adalah guru,” demikian disampaikan oleh R. Kusdaryoko selaku pendidik dan Kepala Perpustakaan di MAN 2 Banjarnegara.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa seorang guru harus memberi teladan dengan menumbuhkan minat diri yang sungguh-sungguh dalam aktivitas membaca dan menulis atau literasi serta mampu menunjukkan manfaat yang dapat diambil dari aktivitas tersebut.

Ditanya lebih jauh tentang apa usaha yang dilakukan oleh seorang guru, pria yang akrab dengan panggilan Yoko ini menyebutkan bahwa pada saat mengajar, guru berusaha mengaitkan materi pelajaran dengan kisah-kisah hikmah yang ada dalam buku atau menunjukkan referensi yang relevan dengan materi, serta menyampaikan gambaran sekilas tentang isi buku.

 “Selain itu, alangkah lebih efektif jika guru dapat menunjukkan hasil karya pribadi guru, baik fiksi maupun nonfiksi,”  sambung pria kelahiran 1969 ini mantap. (gat)

Sumber Berita: http://satelitnews.co/berita-figur-budaya-literasi.html#ixzz4eZWpfy3g

Bermula dari Bawang Merah Bawang Putih

Oleh Aflahah Nur Zakiyah

Bawang Merah Bawang Putih merupakan sebuah buku cerita yang sangat menarik karena itulah buku cerita satu-satunya yang ada di perpustakaan pribadi milik ayah saya, yang sebagai seorang guru agama di Madrasah Ibtidaiyah. Di tahun 90-an saat saya masih bersekolah di tingkat dasar, buku merupakan sesuatu yang sangat langka dan sulit untuk didapatkan apalagi dimiliki. Sejak saat itu ada keinginan untuk terus membaca dan memiliki buku cerita yang lebih banyak. Waktu terus berjalan dan tingkat SLTA hampir selesai, Perguruan tinggi sudah di depan mata. Untuk mewujudkan keinginan di masa kecil, saya memutuskan untuk kuliah Jurusan Perpustakaan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tujuan utama memilih jurusan perpustakaan karena ingin membaca buku lebih banyak dan memiliki perpustakaan pribadi, sehingga dapat membantu meningkatkan minat baca masyarakat sekitar. Tiga tahun mengenyam pendidikan tentang perpustakaan, di tahun 2004 dapat mengabdikan diri di Perpustakaan MAN 2 Banjarnegara.

Pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Tugas mulia dari pustakawan adalah pelayanan, dimana untuk  pekerjaan tersebut dituntut prima demi kepentingan pengguna (pemustaka). Untuk memenuhi pelayanan yang baik bukan sekadar mampu menyediakan sekian eksemplar dan judul koleksi, tetapi juga informasi lainnya yang dapat diakses oleh yang memerlukan.

Namun, bagaimana perpustakaan dapat dijadikan motivator untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Selama ini pandangan seseorang atau masyarakat awam mengenai pustakawan sangatlah memperihatinkan karena meraka tidak tahu apa pekerjaan seorang pustakawan itu, mereka kadang hanya berpikir rendah terhadap pustakawan, mereka hanya menilai seorang pustakawan itu pasti pekerjaannya hanya menjaga buku saja di perpustakaan. Semua orang bertanya-tanya kepada saya. Mengapa kamu mengambil jurusan itu? Bukankah seorang pustakawan itu hanya menjaga buku di perpustakaan saja. Pandangan masyarakat awam yang rendah akan kurangnya ilmu pengetahuan yang membuat mereka tidak tahu siapa seorang pustakawan itu apa di balik pekerjaan menjadi seorang pustakawan itu.

Untuk itulah tantangan bagi seorang pustakawan mengubah citra yang sudah lama dibicarakan masyarakat, pustakawan harus bisa meningkatkan kinerja dan profesionalisme mereka. Tidak hanya di bidang perpustakaan, tetapi bidang lain yang mendukung kelancaran kerja di perpustakaan seperti teknologi informasi dan komputer, berwawasan lebih luas tentang suatu ilmu, dan banyak membuat karya yang bisa meningkatkan keprofesionalan pustakawan itu sendiri.*)

Penulis adalah Pustakawan
Perpustakaan
 MAN 2 Banjarnegara

Manfaat Membaca dari Segi Kesehatan

Oleh Aflahah Nur Zakiyah

Adakah kaitan antara aktivitas membaca dengan kesehatan? Sepintas sepertinya tidak ada kaitan di antara keduanya. Bila pertanyaannya, adakah kaitan antara antivitas membaca dengan ilmu pengetahuan? Tentu semua sepakat menjawab: ada! Memang, banyak sekali manfaat dari aktivitas membaca, yang di antaranya adalah menambah ilmu pengetahuan. Nah, yang berkaitan dengan segi kesehatan, ternyata banyak juga manfaatnya.

Berikut ini dikemukakan beberapa manfaat altivitas membaca ditinjau dari segi kesehatan:

Meningkatkan konsentrasi
Orang-orang yang suka membaca akan memiliki kebiasaan mencermati segala sesuatu secara cermat, sehingga kerja  otak akan lebih mudah berkonsentrasi dan fokus pada objek yang dicermati. Dengan demikian, orang yang memiliki kebiasaan membaca akan memiliki pula kemampuan memberi perhatian secara penuh dan praktis dalam kehidupan. Hal ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dalam pengambilan keputusan.

Menghilangkan stres
Stres biasanya muncul karena pikiran dan perasaan seseorang mengalami ketegangan. Stres berisiko menumbuhkan beberapa masalah berbahaya. Keindahan bahasa dalam tulisan yang diperoleh dari aktivitas membaca memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku-buku fiksi atau buku dengan tema-tema humor yang menyegarkan.

Melatih otak
Satu keuntungan dari membaca buku adalah melatih otak dan pikiran. Membaca dapat membantu otak agar selalu melakukan fungsinya dengan sempurna. Saat membaca, otak diperlukan untuk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang lebih cerdas. Tapi untuk latihan ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.

Menghindari risiko Alzheimer
Membaca buku benar-benar dapat meningkatkan kekuatan jaringan otak secara langsung. Ketika membaca, otak akan mengalami rangsangan secara teratur. Kondisi ini dapat mencegah gangguan otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, maupun sudoku, dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut hasil penelitian, kegiatan ini merangsang sel-sel otak hingga dapat terhubung dan tumbuh secara baik.

Mengembangkan pola tidur sehat
Orang yang suka membaca biasanya akan berusaha meluangkan waktu untuk melakukan hal tersebut. Waktu-waktu menjelang tidur merupakan salah satu waktu favorit untuk membaca. Bila kita membiasakan diri untuk membaca buku sebelum tidur, hal itu berfungsi sebagai mesin pengingat bagi tubuh dan mengirimkan sinyal waktu tidur. Dengan demikian, kita akan dapat tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.

Begitulah beberapa manfaat dari aktivitas membaca ditinjau dari segi kesehatan. Betapa pentingnya manfaat tersebut bagi diri kita, jadi mulailah menumbuhkan kebiasaan membaca sekarang juga. Setelah aktivitas membaca telah tumbuh dengan subur, nikmatilah hikmahnya!*)

Sumber: http://health.liputan6.com/read/324474/biasakan-membaca-sebelum-pikun-menyergap

Penulis adalah Pustakawan
Perpustakaan MAN 2 Banjarnegara

Tips Membiasakan Diri Rajin Membaca Buku

ayo-membacaBuku adalah jendela dunia yang mampu membuat kita mengenal berbagai hal. Dengan buku, kita bisa menyerap berbagai disiplin ilmu dan pengetahuan yang akan sangat berguna bagi hidup kita. Banyaknya buku yang kita baca, bahkan akan mampu membentuk siapa kita di masa dewasa. Oleh sebab itulah, kita harus membiasakan diri rajin membaca buku dan menjadikan hari-hari kita kaya pengetahuan dengan selalu membaca buku.

Nah, jika sahabat remaja ingin memulai kebiasaan baik dengan rajin membaca buku, sahabat bisa mencoba tips membiasakan diri rajin membaca buku sebagai berikut:

1. Saat jalan-jalan ke mall sempatkan ke toko buku lebih dahulu.
Saat ini banyak bookstore atau toko buku yang berada di mall, contohnya saja Gramedia, Gunung Agung, dan lainnya. Di sana sangat banyak buku bagus yang bisa menarik minat baca kita sehingga kita menjadi rajin membaca.

2. Pergi ke perpustakaan.
Jika kita belum ada budget untuk membeli buku, kita bisa pergi ke perpustakaan sekolah. Bisa juga kita pergi ke perpustakaan daerah di kota kita yang memiliki lebih banyak koleksi buku untuk kita baca secara gratis.

3. Simpan buku di tempat strategis atau tempat kita sering berada.
Hal ini kita lakukan, agar setiap saat kita bisa menjangkau buku dan membacanya. Misalnya saja dengan meletakkan atau menyimpan buku di pinggir tempat tidur, sehingga saat bangun atau menjelang tidur, kita bisa dengan mudah meraih dan membacanya.

4. Bawa satu buku saat bepergian.
Buku bisa menjadi teman yang asyik saat kita tengah dalam perjalanan, terutama saat kita pergi sendirian dan tak ada teman bicara. Dengan begitu, kita dapat mengisi waktu dengan membaca buku favorit kapan dan di manapun.

5. Membuat daftar buku wajib baca.
Buatlah sebuah daftar buku apa saja yang wajib kita baca dan target selesainya.

6. Berikan hadiah untuk diri kita.
Jika kita telah mencapai target awal dalam membiasakan diri rajin membaca buku, cobalah berikan hadiah untuk diri kita sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan kita, misalnya saja dengan membeli ice cream kesukaan atau sesuatu yang positif lainnya yang menyenangkan.

Itulah beberapa tips membiasakan diri rajin membaca yang bisa sahabat remaja coba. Dan jangan lupa, untuk memberikan tanggapan atau komentar setelah sahabat mencobanya ya. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://www.duniaremaja.xyz/2015/10/tips-membiasakan-diri-rajin-membaca-buku.html

Energi Negatif, Energi Pembangkit

Resensi Buku Fresti Arbangiati
(Pemenang Harapan 2 Lomba Membuat Resensi di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banjarnegara, 2016)

the-power-of-frustrationJudul Buku: The Power of Frustration
Pengarang: Zishak K. Naen
Editor: Nur Kholis
Penerbit: Araska Publisher
Kota, Tahun Terbit: Yogyakarta, Maret 2015
Tebal Buku: 208 Halaman

Zishak K. Naen merupakan penulis kelahiran Gorontalo. Namun, ia menghabiskan masa remaja di Manado dan Makassar. Kemudian ia melanjutkan studinya di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia pernah bekerja sebagai editor di sejumlah penerbitan dan kini ia bekerja sepenuhnya sebagai editor lepas. Sesekali ia meneliti, menerjemah dan menulis, sekaligus mengelola Sangunglo Scripts Center (SSC) Yogyakarta.

Melalui buku ini, Zishak K. Naen ingin menyampaikan sebuah kekuatan dari frustrasi,  yang menurut kebanyakan orang mempunyai konotasi negatif. Di dalam buku ini dikuak secara lengkap berbagai manfaat dari rasa frustrasi. Di samping itu, disajikan pula berbagai kiat menghadapi dan mengolah frustasi menjadi sebuah  kekuatan untuk meraih kesuksesan. Lanjutkan membaca

Saat Cinta Memanggil Jiwapun Menyapa

Resensi Livia Arizka

KITAB CINTA YUSUF ZULAIKHAJudul Buku : Kitab Cinta Yusuf Zulaikha
Penulis : Taufiqurrahman Al-Azizi
Penerbit : Diva-Press
Cetakan : ke XIX, Februari 2012
Tebal Buku : 503 Halaman

Taufiqurrahman Al-Azizi, asli orang Indonesia, Jawa Tengah, lahir 9 Desember 1975. Pernah nyantri di Pesantren Ilmu al-Quran “Hidayatul Quran” yang diasuh oleh K. H. Drs. Ahsin Wijaya al-Hafidz, M. A. Pernah kuliah di Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jawa Tengah. Namanya melejit setela meluncurkan Trilogi Novel Spiritual “Makrifat Cinta” yang terdiri dari Syahadat Cinta (2006), Musafir Cinta (2007), dan Makrifat Cinta (2007).

Taufiqurrahman Al-Azizi dalam karyanya selalu memasukkan nilai-nilai islam disetiap perjalanan tokohnya. Termasuk dalam novel Kitab Cinta Yusuf Zulaikha yang berkisah tentang perjalan cinta antara gadis kota yang kaya raya dengan pemuda desa yang miskin. Semuanya bermula ketika Zulaikha mendapat tugas KKN bersama keenam sahabatnya di sebuah desa terpencil bernama Telagasari. Pertemuan antara Yusuf dengan Zulaikha dalam acara penyambutan mahasiswa dan mahasiswi yang KKN mampu membuka sedikit pintu cinta dalam diri Yusuf dan Zulaikha. Jika Yusuf memiliki cinta, maka cintanya itu bukanlah layaknya cinta seorang pemuda kepada seorang gadis. Jika cinta adalah berkah, maka Yusuf diberkahi dengan cinta sebagai seorang hamba kepada Allah SWT, yang perwujudan cinta-Nya dia limpahkan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Begitu pula dengan Zulaikha yang sebelumnya belum pernah jatuh cinta, merasa bahwa perasaan aneh yang dimilikinya hanyalah merupakan perasaan yang sesaat saja sifatnya. Perasaan ini akan luruh bersama aliran waktu dan lenyap laksana embun pagi. Tetapi, jiwa siapa yang sanggup mengenyahkan perasaan cinta? Jiwa siapa yang sanggup menolak tangan-tangan perkasa cinta? Lanjutkan membaca